Bisakah sahabat blogger semua melukis? Atau, paling tidak menggambar...??? Kalau ada yang bisa, aku salut! benar-benar salut!. Dan aku, aku selalu merasa lucu ketika mengingat tentang gambar. Sejak di bangku SD, sepertinya aku memang tidak ada bakat bahkan, aku betul-betul tak minat untuk menekuni dunia gambar menggambar. Lebih menyedihkan, ketika pelajaran kesenian tiba, saat-saat yang paling menyebalkan adalah waktu guru menyuruh kami menggambar. Aku, dengan segala upaya berusaha menggoreskan pena di atas buku gambar dengan hati-hati dan penuh harap. Berharap, kalau mendapat nilai yang bagus. Meskipun, aku tahu nilaiku, tak lebih dari 6 atau paling besar adalah 7 ketika aku memenuhi segala warna di atas coretan gambarku. Tentuya, tanpa menggunakan tekhnik apa-apa. Aku juga tak mengenal gradasi warna.Anehnya, meskipun tak pandai menggambar semakin beranjak dewasa aku justeru menggemari dan menyukai ketika ada orang yang pandai melukis. Hanya sebatas menyukai memang, tak lebih. Toh, aku tahu kemampuanku hanya sebatas melihat. Dan kalau aku ada rizki, ingin membeli :) *pengenya...* Untuk mengalihkan kesukaanku pada dunia seni lukis, aku merubah arah untuk lebih mencintai dunia fotografi. Melihat keindahan alam, kadang betul-betul membuatku merasa puas ketika tak mampu menuangkanya di atas kertas bahkan, di atas kanvas.
Kalau aku kebetulan singgah di tempat yang ada beberapa pelukis jalanan, aku sejenak singgah hanya untuk sekedar memperhatikan. Dan kalau kesempatan membawa kamera, aku akan mengambil hasil lukisannya. Ada kepuasan sendiri, ketika aku hanya berhasil mengambil fotonya, setelah melihatnya. Atau terkadang, aku sering menyusuri Central Market di Kuala Lumpur untuk melihat-lihat para pelukis mencurahkan segala idenya di atas kanvas.
Beberapa waktu lalu, aku mengenali seorang sahabat baru di Facebook. Kebetulan, ia adalah sahabat dekat Arwani. Ternyata, ia pandai melukis. Dan, beberapa jam lalu ia mempublish hasil lukisanya. Subhanallah... Aku seneng banget ngelihatnya. Apalagi, yang dilukis tentang kehidupan sosial. Aku yakin, setiap dari kita ketika menuangkan idenya dalam bentuk apapun ada maksud dan tujuan tersendiri. Begitulah, ketika aku memandangi satu persatu lukisan sahabat baruku tersebut ada rinai-rinai duka yang menyelimuti dada. Ada kesenduan, kedukaan akan wajah negeri sendiri. Untuk sahabat blogger semua, silakan lihat sediri goresan tanganya dan, apresiasikan denga kata-kata. Cie.. bahasaku :D Maksudnya, yuk membaca gambar...?? :)
Kalau aku kebetulan singgah di tempat yang ada beberapa pelukis jalanan, aku sejenak singgah hanya untuk sekedar memperhatikan. Dan kalau kesempatan membawa kamera, aku akan mengambil hasil lukisannya. Ada kepuasan sendiri, ketika aku hanya berhasil mengambil fotonya, setelah melihatnya. Atau terkadang, aku sering menyusuri Central Market di Kuala Lumpur untuk melihat-lihat para pelukis mencurahkan segala idenya di atas kanvas.
Beberapa waktu lalu, aku mengenali seorang sahabat baru di Facebook. Kebetulan, ia adalah sahabat dekat Arwani. Ternyata, ia pandai melukis. Dan, beberapa jam lalu ia mempublish hasil lukisanya. Subhanallah... Aku seneng banget ngelihatnya. Apalagi, yang dilukis tentang kehidupan sosial. Aku yakin, setiap dari kita ketika menuangkan idenya dalam bentuk apapun ada maksud dan tujuan tersendiri. Begitulah, ketika aku memandangi satu persatu lukisan sahabat baruku tersebut ada rinai-rinai duka yang menyelimuti dada. Ada kesenduan, kedukaan akan wajah negeri sendiri. Untuk sahabat blogger semua, silakan lihat sediri goresan tanganya dan, apresiasikan denga kata-kata. Cie.. bahasaku :D Maksudnya, yuk membaca gambar...?? :)
Teringat beberapa diskusi ketika baru mengenalnya. Saat aku mengeluhkan kelemahaku yang tak pandai menggambar dan ketika harapanku adalah untuk belajar dengannya. Meskipun sebetulnya, aku sudah menyerah kalah (kagak bakalan bisa eui..) hingga tercetus sebuah kalimat,
Aku: Akhlis, kalau urusan gambar menggambar, wah dari jaman di perut, saya emang gak bisa. Bukan masalah bakat, minatpun dah gak ada. Secara, saya memahami tidak memiliki arah angin kesitu. Sampai saat ini, saya hanya penikmat karya lukisan dan tidak berminat, untuk membuat lukisan. Pokonya, aku kelaut aja deh... Di Sungai Nil, asin gak *pertanyaan bego*
Akhlis: he'em..bersedia melihat itu udah termasuk apresiasi bahkan bisa menjadi motivasi buat saya sis...ayo sis..silakan...jangan pake istilah belajar tapi, lebih layaknya berbagi pengalaman aja. Untuk ngelukis teori dan bakat cuman berlaku 1% sis..yg lainya itu praktek.. Doh ya..bener sekali sis klo mau ke laut, di situ banyak mengandung garam, penunjang inspirasi hehehe... oh iya sis..air sungai nil asin kok..dan mau takbuktiin nanti...dengan mengambil air segelas dari sungai nil trus tak bawa pulang..habis itu tak kasih garem..oh..ternyata bisa asin juga..sama juga dngn soal kemampuan sis...kalo ada minat, sis pun bisa ngerasain air nil yg menjadi asin..he2. prtanyaan yg bagus sis..
Meskipun aku gak yakin untuk bisa melukis tapi, akhir kalimatnya bisa juga dijadikan patokan untuk bisa menulis. :)
Post 



















