2/09/2010

Asinkah, Air Sungai Nil Itu?

Bisakah sahabat blogger semua melukis? Atau, paling tidak menggambar...??? Kalau ada yang bisa, aku salut! benar-benar salut!. Dan aku, aku selalu merasa lucu ketika mengingat tentang gambar. Sejak di bangku SD, sepertinya aku memang tidak ada bakat bahkan, aku betul-betul tak minat untuk menekuni dunia gambar menggambar. Lebih menyedihkan, ketika pelajaran kesenian tiba, saat-saat yang paling menyebalkan adalah waktu guru menyuruh kami menggambar. Aku, dengan segala upaya berusaha menggoreskan pena di atas buku gambar dengan hati-hati dan penuh harap. Berharap, kalau mendapat nilai yang bagus. Meskipun, aku tahu nilaiku, tak lebih dari 6 atau paling besar adalah 7 ketika aku memenuhi segala warna di atas coretan gambarku. Tentuya, tanpa menggunakan tekhnik apa-apa. Aku juga tak mengenal gradasi warna.

Anehnya, meskipun tak pandai menggambar semakin beranjak dewasa aku justeru menggemari dan menyukai ketika ada orang yang pandai melukis. Hanya sebatas menyukai memang, tak lebih. Toh, aku tahu kemampuanku hanya sebatas melihat. Dan kalau aku ada rizki, ingin membeli :) *pengenya...* Untuk mengalihkan kesukaanku pada dunia seni lukis, aku merubah arah untuk lebih mencintai dunia fotografi. Melihat keindahan alam, kadang betul-betul membuatku merasa puas ketika tak mampu menuangkanya di atas kertas bahkan, di atas kanvas.

Kalau aku kebetulan singgah di tempat yang ada beberapa pelukis jalanan, aku sejenak singgah hanya untuk sekedar memperhatikan. Dan kalau kesempatan membawa kamera, aku akan mengambil hasil lukisannya. Ada kepuasan sendiri, ketika aku hanya berhasil mengambil fotonya, setelah melihatnya. Atau terkadang, aku sering menyusuri Central Market di Kuala Lumpur untuk melihat-lihat para pelukis mencurahkan segala idenya di atas kanvas.

Beberapa waktu lalu, aku mengenali seorang sahabat baru di Facebook. Kebetulan, ia adalah sahabat dekat Arwani. Ternyata, ia pandai melukis. Dan, beberapa jam lalu ia mempublish hasil lukisanya. Subhanallah... Aku seneng banget ngelihatnya. Apalagi, yang dilukis tentang kehidupan sosial. Aku yakin, setiap dari kita ketika menuangkan idenya dalam bentuk apapun ada maksud dan tujuan tersendiri. Begitulah, ketika aku memandangi satu persatu lukisan sahabat baruku tersebut ada rinai-rinai duka yang menyelimuti dada. Ada kesenduan, kedukaan akan wajah negeri sendiri. Untuk sahabat blogger semua, silakan lihat sediri goresan tanganya dan, apresiasikan denga kata-kata. Cie.. bahasaku :D Maksudnya, yuk membaca gambar...?? :)


Wajah kesenduan yang penuh dengan ketegaran

Mimik mukanya, khas dan sesuai banget. Aku salut sama gambar ini.

No koment, untuk yang ini

Teringat beberapa diskusi ketika baru mengenalnya. Saat aku mengeluhkan kelemahaku yang tak pandai menggambar dan ketika harapanku adalah untuk belajar dengannya. Meskipun sebetulnya, aku sudah menyerah kalah (kagak bakalan bisa eui..) hingga tercetus sebuah kalimat,

Aku: Akhlis, kalau urusan gambar menggambar, wah dari jaman di perut, saya emang gak bisa. Bukan masalah bakat, minatpun dah gak ada. Secara, saya memahami tidak memiliki arah angin kesitu. Sampai saat ini, saya hanya penikmat karya lukisan dan tidak berminat, untuk membuat lukisan. Pokonya, aku kelaut aja deh... Di Sungai Nil, asin gak *pertanyaan bego*

Akhlis: he'em..bersedia melihat itu udah termasuk apresiasi bahkan bisa menjadi motivasi buat saya sis...ayo sis..silakan...jangan pake istilah belajar tapi, lebih layaknya berbagi pengalaman aja. Untuk ngelukis teori dan bakat cuman berlaku 1% sis..yg lainya itu praktek.. Doh ya..bener sekali sis klo mau ke laut, di situ banyak mengandung garam, penunjang inspirasi hehehe... oh iya sis..air sungai nil asin kok..dan mau takbuktiin nanti...dengan mengambil air segelas dari sungai nil trus tak bawa pulang..habis itu tak kasih garem..oh..ternyata bisa asin juga..sama juga dngn soal kemampuan sis...kalo ada minat, sis pun bisa ngerasain air nil yg menjadi asin..he2. prtanyaan yg bagus sis..

Meskipun aku gak yakin untuk bisa melukis tapi, akhir kalimatnya bisa juga dijadikan patokan untuk bisa menulis. :)
Read more "Asinkah, Air Sungai Nil Itu?..."

2/06/2010

Sabtu, ke Pekanbaru Seru!

Sepertinya, aku orang yang cukup gemar menyimpan lama-lama cerita. Jadi, kesannya basi banget yah...??? Kalau dipikir-pikir, sebenernya aku pengen nulis cerita ini yah semenjak baru balik dari Pekanbaru. Yaitu, selasa malam tanggal 29 desember 2009 ketika siangnya aku selamat mendarat di Malaysia. tapi, aku menunda karena Pekanbaru, adalah kota terakhir yang aku kunjungi, setelah Bukittinggi dan Padang. Awalnya sih mau bersambung dari hari Ahad 20 Desember sampai hari selasa 29 Desember 2009. tapi, ko baca komen banyak yang protes, "Jalan-jalannya ke Sumatera aja. ke Jawa donk Mbak Anaz..." Lah, kalau ke Jawa mah nggak usah jalan-jalan. Wong aku asline wong Jowo. meskipun, nggak bisa ngukur pulau Jawa besarnya segimana...??? (Intinya, kayaknya nggak mungkin ketemu ama semua sahabat blogger semua yang di pulau Jawa) Tapi, aku harus berazam, kalau aku harus bertemu meskipun itu beberapa :) Pulau Jawa, I'am coming... :D

Tanggal 26 Desember, aku menuju pekanbaru bersama Etek Yurti, menaiki travel. Berangkat, sejak jam dua siang. Sampai di Pekan jam sepuluh malam lebih. Cukup melelahkan. Aku tak dapat melihat Pekanbaru saat siangnya. Karena sebaik sampai ke Pekan gelap telah menyapa mentari tak lagi jingga. Baru, esoknya aku bisa menikmati alam Pekanbaru. menaiki angkotan kota, kami menuju ke pasar Arengka. melihat pemandangan air yang tergenang di kanan kiri jalan karena hujan lebat melanda hampir semalaman di pinggiran kota Pekanbaru, Panam, Simpang Kualu.

Bayangan akan hijaunya kota pekan yang digambarkan Bang Atta diblognya tidak begitu kelihatan. Lagipun, Panam agak jauh dari kota pekanbaru. Kira-kira berjarak 8KM. Dan, siangnya, atau tepatnya menjelang sore, aku menuju Mall pekanbaru bertemu dengan para anggota blogger bertuah. Gembiranya bertemu mereka. Kekeluargaannya sangat terasa. Semoga, aku juga bisa bertemu dengan para blogger lainnya. Insya Allah. Untuk blogger bertuah, aku ucapkan terimakasih banyak, atas sambutannya dan mohon maaf jika selama dsana, aku meninggalkan jejak salah dan khilaf.



Masjid Agung, dari arah depan


Senja-senja mengambil gambar di tepi masjid Agung

Emo, dialah yang bekerja keras dan pengasas hibah sejuta buku

Mbak Novi (kerudung biru), orang yang paling lucu. Sayangnya, aku tak sempat berfoto dengannya. Orangnya keburu pulang dulu :(

Hohoho... Banyak juga yah yang dateng...??? :)


Kalau mau tahu, ini hanya rekayasa. Sebetulnya yang aku serahkan itu adalah bukunya mbak Zahra. Dan, bukuku, masih diam manis di dalam plastik. Dan mbak Zahra, merasa enggan untuk di photo. Tapi, mereka malah "maksa2in" aku untuk di photo :D

Meskipun baru kenal, akrab banget deh :) pengen ke Pekan lagi jadinya

Lihatlah gaya Bang Atta, dengan bangganya ia menunjukkan hasil "rampasannya" Padahal, yang sebelahnya tak memegang apa-apa. Sungguh kejam! Sebelahnya, sampai pening kepala :D


Padahal, sewaktu penyerahan aku berikan kepada bang Ais :D *Tapi, ko bisa Bang Atta yah memegangnya...?? Ok, kita lihat lagi hasil "rampasannya" Bang Atta
Aku nyerahinnya ke Bang Fiko. tapi.... Ko lagi-lagi di tangan Bang Atta *geleng-geleng kepala*


Photo ini. Aku minta maaf atas photo ini, kalau ada beberapa sahabatku yang merasa kaget dan terkejut. Kronologisnya, setelah mbak melly dan Mbak Zahra pulang, aku ditinggal seorang diri bersama para "Sarang Penyamun" bertuah. Ketika hendak membubarkan diri, aku minta mengambil photo ke Bang Atta dan Bang Fiko. tapi, rupanya malah semuanya gabung. Awalnya aku nggak mau tapi, kanan kiri aku semuanya mendukung. Dengan berat hati dan aku yakin ada yang mengkritisi kalau melihat photo ini maka, aku mengambil gambar ini juga :(. terimakasih kepada yang telah merasa keberatan atas gambar ini. Meskipun tak tersurat tapi, ia tersirat dari cara dan gayamu. terimakasih, sahabat-sahabatku yang telah sudi mengingatkan aku
Read more "Sabtu, ke Pekanbaru Seru!..."

Biografi Siapa...???

Hal tersulit, yang aku pelajari tentang dunia kepenulisan selain dunia fiksi, adalah sebuah penulisan berita. Rasanya, aku begitu sulit menuliskan tentang berita. Secara teori, dengan unsur 5W+1H aku sedikit banyak paham tapi, tidak pada prakteknya. Dan beberapa teori yang aku mengetahui tapi, tak pernah membuatnya adalah tentang biografi. Teorinya, aku mungkin bisa saja membacanya di mana saja. Dan kali ini untuk pertama kalinya, aku belajar menulis biografi salah seorang sahabat blogger. Sebuah biografi yang sangat pendek dan sederhana sekali. Mohon maaf, jikalau ada salah tulis dan sebut kepada sahabat yang kumaksud.

Ia lahir di Surakarta, pada 21 Mei 1983. Lahir sebagai anak tunggal, tanpa saudara mara. masa kecilnya dipenuhi dengan keceriaan, layaknya seorang kanak-kanak lainnya. Dan, ia termasuk anak lelaki yang hiperaktif. Hobinya menaiki pohon dan juga menyusuri selokan. Bahkan ia tak pernah jera, saat terjatuh dari pohon. Nakalnya, minta ampun. Mungkin, karakter kecilnya lah yang menjadikan ia lelaki dewasa yang cukup matang. berkeras hati, dengan apa yang diimpikan dan selalu berusaha mempelajari serta membuktikannya. Dari SD hingga SMA dihabiskannya di kota Surakarta. Menempuh pendidikan di SD Negeri 69 Surakarta, SMP Negeri 5 Surakarta juga SMA Negeri 5 Surakarta.

Tatkala kecil, rambutnya tak begitu kertiting seperti sekarang. Hanya berombak sedikit saja. Tapi, karena menjadi kormod (korban Mode) lelaki tersebut dengan rela hati mengkriting rambutnya. Dan sekarang, hasilnya hampir mirip-mirip mendekati Nicholas Saputra. bedanya, matanya tak setajam elang (Anaz mendramatisir neh.. :D)

Ia bercita-cita menjadi seorang desainer pesawat terbang dan mobil. Bahkan, dia menjadi kolektor sejati majalah "Angkasa" semenjak SD lagi. Sayangnya, hobi tersebut tidak bertahan lama. Seiring beranjaknya usia, ia mulai menukar-nukar hobinya. Ketika memasuki SMU dan ia aktif di band sekolah, ia merubah cita-citanya menjadi seorang musisi. Karena hobi barunya, saat memasuki kuliah ia pernah meraih gelar "Drumer terbaik" se Jawa-Bali. Luar biasa lelaki ini. Prinsip bekerja keras dalam hidupnya, ia pegang teguh dan kukuh.

Sewaktu di bangku kelas 2 SMP, sang bunda meninggal. Semenjak itu, ia hanya berdua hidup dengan sang ayah. Ketika bundanya hidup, beliau adalah seorang ibu rumah tangga sejati. Semenjak kepergian sang bunda, kebutuhan sehari-hari dan keperluannya ia mulai membuatnya sendiri. Lelaki ini, harus belajar mandiri. Meskipun sang bunda tiada, bukan menghalangi lelaki ini untuk tidak tetap berkarya. Dia, tetap menjadi seorang pejuang yang tangguh. Justeru, semakin membuatnya dewasa.

Sang ayah yang pernah menduduki kursi DPRD dari fraksi PDI ketika era orde baru, harus mundur teratur. Saat itu, PDI pecah menjadi dua golongan. Kubu Megawati dan kubu Soeryadi. Hampir semua anggota dewan diintimidasi, akhirnya, menjadikan sang ayah mundur dari tampuk keanggotaan partai tersebut. Kalau ayahnya berpikir seperti itu, tidak heran kalau anaknya juga berpikir cerdas dan lugas :) (nggak mau hiperbolik :P)

Tidak seru, kalu tak membicarakan kisah cintanya. Lelaki yang cenderung cuek dan cukup pendiam ini, memang betul-betul cuek dengan mahluk yang namanya perempuan (itu dulu sekaleee....) Dan, masa yang paling indah, katanya lagu khan di sekolah jaman-jaman SMA. Tapi, dia tetaplah dia, yang cuek kepada wanita apa saja. termasuk, dengan cewek yang menjadi rebutan para cowok. Anehnya, justeru setelah persaingan para teman-temannya tiada yang berhasil, sang cewek malah mengejar dirinya. Itulah nasib, tidak ada yang tahu. Meskipun begitu, hanya satu nama yang membuatnya jatuh cinta untuk pertama kalinya. gadis itu, Sita namanya. temannya, ketika SMA. (sekarang gak tahu Sita dimana...???) *gak pake mellow...*

Cowok nggak merokok? nggak seru! nggak gaul! Mungkin begitu pikiran remaja lelaki. Dia juga seperti remaja lelaki lainnya. Yang pernah terjerat dengan dunia asap rokok. Beruntung, ketika jeratan itu tidak bertahan lama. Dengan alasan boros, akhirnya cowok ini berhenti merokok juga.

Meskipun ketika kuliah ia mengambil fakultas administrasi negara di FISIP tapi, kini ia tersangkut ke dalam sebuah dunia yang tidak ada kaitannya langsung dengan bidang perkuliahannya. Kini ia lebih banyak berkutat dengan desain grafis. heran memang. Tapi, itulah dia, dia menyukai dunia komputer dan internet semenjak kuliah. Dan betul-betul menekuninya. jadi, bukan halangan ketika ia harus menekuni dunianya kini.

Pecinta karya Khalil Gibran dan Paulo Coelho semenjak SMA. Dia sangat menggemari karya Coelho yang berjudul, "The Al Chemist"Juga, mencintai karya-karya para agamawan dari berbagai agama. ia tak membatasi semua jenis bacaan. Pernah ketika pertama kali mengenalnya, aku mengira ia seorang budha. Padahal, ia betul-betul seorang Muslim. Saat kutanyakan, ia tergelak. Dan berkata, "Aku emang moderat". Saat ku tanya kedekatannya dengan seorang bloggerwati, ia hanya menjawab, "Tanya yang bersangkutan aja. Takut aku salah jawabnya." Sampai kini, aku tak menanyakannya kepada blogger tersebut. Aku rasa, cukuplah jawaban yang aku lihat :) *semoga aku gak membohongi analisa sendiri* :)

Begitulah, sekilas kisah hidup seorang sahabat. Membaca kisahnya, membuatku terinspirasi, bahwa kegagalan dan kesuskesan, itu kita yang mengusahakan sendiri. Tentunya, juga dengan doa serta tawakal atas Ridho Illahi Robbi... Sekalian majang award dari mas Joddie dan Yoliz :)


Majang Award dari mas Joddie sama Yoliz...

Read more "Biografi Siapa...???..."

2/05/2010

5 Entri Terbaik, HIDUP BERANI UNTUK GAGAL

Malam tadi, aku betul-betul nongkrong di blognya denaihatai. Membaca, satu demi satu entri yang masuk 28 terbaik, untuk dipilih menjadi 5 entri yang terbaik. Fiuh.. Agak cape juga mata. Sampe hampir 5 watt :) Tapi, suka juga, bisa membaca kisah dan liku-liku kehidupan berbagai sahabat di dunia maya. Ada tulisan yang sampai bikin air mata mengalir tanpa diundang. Ada juga tulisan yang penuh dengan teori semata. Dan, banyak juga kisah pengalaman yang nyata. Yang pasti, tujuan mereka hanya satu, mengikuti kontes HIDUP BERANI UNTUK GAGAL itu sebagai awal untuk kita berani gagal supaya lebih baik lagi.

Berpinar mata saat satu persatu aku membaca entri demi entri. Dan, setiap satu blog, aku menyiapkan catatan kecil. Biar lebih sporting dalam memilih entri terbaik HIDUP BERANI UNTUK GAGAL. Mungkin sahabat bloger semua, hanya memilih Anazkia dalam entri tersebut. Hanya beberapa sahabat yang memilih entri lain selain entri nomor 27. Pokoknya, aku ucapkan banyak-banyak terimakasih kepada sahabat blogger yang telah memvote aku. Aku merasa terharu. Bukan pada nilai hadiah yang dijanjikan tapi, pada perhatian sahabat semua yang membuatku terharu. Bahkan, ada beberapa blogger dari Malaysia yang memilih entriku dalam kontes HIDUP BERANI UNTUK GAGAL.

Dan, untuk pilihanku sendiri, jatuh kepada beberapa nomor. Entri nomor 1, 7, 17, 26 dan 28. Agak susah juga, ketika betul-betul menjatuhkan ke nomor entri tersebut. Pengennya sih, memilih entri sendiri. Tapi, ko kayaknya gak penting banget. Padahal, itu sah-sah aja kali yah...?? hehehehe... Pokoknya, HIDUP BERANI UNTUK GAGAL. Menang atau kalah, aku sudah mengalahkan kemalasan mengikuti kontes tersebut. Dan untuk para kontestan tetep semangat (mang mereka baca tulisanku apa...??? :D) yang belum vote aku, silakan klik disini terimakasih banyak sebelumnya :)

Read more "5 Entri Terbaik, HIDUP BERANI UNTUK GAGAL..."

2/03/2010

Menyusun Kerangka Kehidupan

Nyontek kata-kata mbak Ajeng pada wall facebooknya beberapa waktu lalu, " Hidup adalah sekumpulan puzzle. Kadangkala mudah untuk mencari potongan puzzle yang kita butuhkan, kadangkala kita kesulitan, bingung, bahkan panik sehingga seringkali kita memaksakan potongan puzzle yang tidak tepat. Dan ketika puzzle telah tersusun sempurna Kita baru mengerti apa maksud Sang Pencipta..." Hmmm... kalau direnung-renung, betul juga. terkadang, kehidupan itu ibarat merangkai susunan rangkaian puzzle.

Kini, sepertinya aku sedang mengalami demikian. Entah perasaanku, entah sekelilingku yang menjadikan aku seolah merasa seperti itu. Ada kalanya, aku merasa terjatuh, terpuruk dan tak sedikit aku terseok-seok saat harus kembali menyusun rangkaian puzzle yang aku kira sudah betul meletakannya tapi, rupanya ia hanya kamuflase kehidupan semata. Dan, lagi-lagi aku harus kembali menyususn dan mengolah rangkaian tak jadiku. Menyusunnya kembali semula. Dan, tak sedikit juga aku harus betul-betul memecahkannya dan menyusun rangkaian yang lain. HIDUP BERANI UNTUK GAGAL... Sekalian, negrjain tag dari Inul.. Makasih yah dah ngetag. Padahal, waktu baca punya temen2, pengennya sih enggak kena :D Dan, terimakasih banyak, untuk temen-temen yang telah memvoteku dalam kontes HIDUP BERANI UNTUK GAGAL.

1. Where is your cell phone?
Dimana-mana, asli! seringnya sih tergeletak sendirian di kamar. Dan, pernah juga ngerem di laci almari. Pas diambil, rupanya dah ada 10 misscal

2. Relationship?
Hmmmm.....

3. Your hair?
Lurussss

4. Work?
just a maid :)

5. Your sisters?
kalau saudara perempuanku, ada dua, cowok satu.

6. Your favorit thing?
Gimana caranya, nulis yang bagus. Gimana caranya, biar ngajiku suaranya gak lurus

7. Your dream last night?
Sebuah mimpi, yang tak hanya sekali ia singgah. tapi, berulang-ulang. Mimpi selalu nggak belajar, padahal mau ulangan. Dan, mata pelajaran itu adalah bahasa arab :(

8. Your favorit drink?
Air putih aja

9. Your dream car?
Aku gak mimpi punya mobil. Wong dah sering naik mobil, mau merek apa aja ada. :) angkutan khan ada...

10. Your shoes?
nggak ada. Jarang make sepatu

11. Your fears?
Allah Swt, takut juga ketika ibuku tak meridhoi kehidupanku.

12. What do you want to be in 10 years?
Jadi penulis bestseller kaleee... (wekekeke...)

13. Who did you hang out with last week?
Main bowling, ma anak-anak majikanku :)

14. What are you not good at?
nulis, yang berkualitas :(

15. One of your wish list item?
pengen nulis buku

16. Where you grew up?
Lahir di pemalang, usia 13 tahun langsung merantau ke Banten :)

17. Last thing you did?
Sebelumnya, baca buku "SOLD" baru deh, posting tulisan ini

18. What are you wearing?
Gamis

19. Your computer?
Acer

20. Your pet?
kucing (dateng sendiri, tanpa kupinta)

21. Your life?
Kadang moody :D tapi, bisa periang juga

22. Missing ?
Ibuku. pengen banget aku pulang.. :(

23. What are you thinking right now?
Gimana caranya, memulai menulis...???

24. Your car?
Mobil-mobilan...

25. Your kitchen?
Kagak punye.. :)

26. Your favorit color?
Waktu remaja, pernah sukaaaaa banget ma warna item dan gak suka warna ungu. Tapi, sekarang kebalikannya. Aku malah sukaaaaa banget ma warna ungu, hitam, biru hijau daun ama merah merun ;)

27. Last time you laugh?
Ngetawain si Aufa, kalau lagi main-main.

28. Last time you cried?
Mengingat seseorang, yang sudah melangkah pergi. Tapi, membuatku tersadar bahwa, kembali kepada-Nya adalah yang terbaik. Itu yang bikin nangis. :)

29. Love?
......???? Masih tertanya2...

30. So who wants to share their ONEs? how about?
Persahabatan yang saling mengingatkan...

31. Person elected to the tag
Gak ada. keknya dah banyak yang dapet :). Untuk Inul, makasih yah dah ngetag hehehehe...


Read more "Menyusun Kerangka Kehidupan..."

2/02/2010

Mohon Bantuan, Sahabat Blogger Semua

Beberapa waktu lalu, aku ikutan kontes SEO. Jujur, sebetulnya, aku tidak begitu tahu dan memang dari hati yang terdalam, aku memang nggak paham. Sistem nembak keyword, atau referral sama sekali aku nggak mudeng. Makanya, ketika sahabat denaihati dari Malaysia menawarkan aku ikut bahkan, sedikit "memaksa" *hehehehe.. piss...* akhirnya, aku ambil keputusan, untuk ikut aja! Agak susah memang, soalnya, berdasarkan entry yang kubaca di blog denaihati, referal yang masuk dihitung berdasakan klik terbanyak dari Malaysia. Nah, blog aku, kebanyakan pengunjungnya khan sahabat-sahabat dari Indonesia. makanya, aku yakin deh pasti kalah! :)

Tak memperdulikan menang atau kalah, yang penting, aku ikutan. Itulah prinsip yang ada (sesuai dengan tema kontes "BERANI UNTUK GAGAL" Tapi, selain menggunakan referral terbanyak, rupanya ada pemilihan entri terbaik. Dari 133 peserta, alhamdulilah, aku memasuki 28 entri terbaik. Dan, dari 28 entri tersebut, akan dipilih 5 entri untuk memenangkan 5 pemenang entri yang terbaik. Kepada sahabat blogger semua, aku harapkan bantuannya untuk memilih entriku yang telah masuk nominasi (wekekeke.. nggaya kamu Naz). Aku ada diurutan nomor 27, sudilah kiranya membantu memvoting (Kok kayak pemilu aja yah...?). Untuk yang bersedia memvoting, aku ucapkan terimakasih, sebanyak-banyaknya. Untuk memvote, silahkan klik di sini, http://denaihati.com/hidup-berani-untuk-gagal-apa-entri-pilihan-anda. Owh ya, kalu orang Malaysia, biasanya nyebut milih itu, undi. Jadi sahabat semua, undilah aku, nomor 27 :) terimakasih. (Ini nggak pake janji-janji palsu kayak pemilu khan...??) Makasih banyak sebelumnya.

Read more "Mohon Bantuan, Sahabat Blogger Semua..."

2/01/2010

Indahnya Ukhuwah...

Inilah hari, dimana kita mengukir nama. Inilah hari, disaat kita mengukir cerita. Hari, dimana kita kelak akan ditanya kemana dan untuk apa di dunia. Hari, dimana kelak, kita juga akan dimintai pertangung jawaban oleh-Nya. Hari-hari, singgah sesaat. Hari-hari mengumpulkan bekal, untuk kembali ke akhirat. Alangkah indahnya, ketika kita mampu, mengukir keindahan pada hari ini dan berbagi, kebahagiaan kepada sesamanya.

Saat beberapa hari lalu, aku tertanya tentang kelebat kata mbak Elly, membawaku menyeret kepada facebooknya. Ucapan bela sungkawa, dari rakan sejawatnya, membuatku berkerut kening kepala. "Siapa yang meninggal?" Tanyaku tak berjawab. Aku buru-buru menghubungi nomor hape mbak Elly. kebetulan, aku memang memiliki nomornya. Sayang sekali, tak berhasil. Nadanya, tulalit! Kesibukan di dapur, juga menyibukan kepala otakku yang sibuk bertanya, "Ada apa dengan mbak Elly...??"

Buru-buru, aku membuka "harta karun" dalam tumpukan rak-rak buku. Seingatku, aku menyimpan dua nomor mbak Elly. Alhamdulilah, ku temukan juga nomor satu lagi. Langusug ku hubungi, berhasil tersambung. Tapi, sayang sekali tidak diangkat. Akhirnya, kuputuskan untuk mengirim sms saja. Tak berapa lama, sms tersebut berbalas. Pertanyaanku, terjawab sudah. Bundanya, meninggal beberapa hari lalu. Ada getir kesedihan, ada ngilu kepedihan. Sedih dan pedih, pada perpisahan yang sementara. Sedih yang mebuatku melihat kelebat bayangan Bapak.

Dalam sibuk meramu masakan yang hendak kujamu, otakku terasa tak berada disitu. Pikiranku, hanya satu, "segera berbagi, dengan sahabat maya lainnya" Maka, cepat-cepatlah aku menyelesaikan segala urusan dapur. Menuju kamar mandi, kemudian shalat dhuhur. Setelah itu, langsung membuka laptop. Sesegera mungkin, mengirim berita duka kepada sahabat-sahabat maya lainnya. meskipun, dengan menyesal sekali, tak semua sahabat ku kirim beritanya (karena ngetik terburu-buru jadi lupa).

Entah kenapa, meskipun hanya menulis kata, seolah kesedihan yang membuncah tercurah. Betapa kurasa, indahnya ukhuwah. Apalagi, ditambah dengan postingan dari bang Atta dan Bang Ais. Semoga, ukhuwah ini mendapat keberkahan dari-Nya. Insya Allah... Dan, untuk mbak Elly dan keluarganya diberikan kesabaran dalam menghadapi cobaan ini. Dari Allah kita datang, dan kepada Allah, kita dikembalikan. Innalillahi wa innaillahi roji'un... Semoga arwah sang ibunda, ditempatkan di tempat yang layak. Allahumma amin... Dan, menjadikan sebuah pengingat bahwa, 'Tiap-tiap jiwa, akan merasakan mati." kelak, lusa atau nanti, aku juga akan kembali pergi.


Read more "Indahnya Ukhuwah......"
 

Post Terbaru

Followers

Recen Coment